About

Selayang pandang

Mengabdi di Universitas Islam Indonesia (UII) sejak tahun 2011. Di tahun pertama bekerja ditugaskan dalam tim pendiri Program Studi Hubungan Internasional yang kemudian resmi beroperasi sejak tahun 2014.

Sejumlah kisah hadir mewarnai perjalanan mengabdi di UII. Pada tahun 2013-2014 menjalankan tugas sebagai Direktur Hubungan Masyarakat. Tiga tahun berikutnya (2015-2018) dijalankan dengan mengemban amanah Direktur Pemasaran, Kerja Sama, dan Alumni. Pada tahun 2018-2019 mendampingi ikhtiar internasionalisasi universitas dalam posisi Direktur Kemitraan dan Kantor Urusan Internasional.

Sejak tahun 2020 ditugaskan untuk melayani mahasiswa dan dosen Program Studi Hubungan Internasional sebagai Ketua Jurusan/Program Studi.

Teman hidup dari Ayu Larasati. Bersamanya, berjalan menapaki kehidupan dan membesarkan seorang anak perempuan bernama Aila Kinanti Fathana.


Jejak perjalanan

Dilahirkan tahun oleh seorang Ibu yang bekerja di biro iklan dan Bapak yang berprofesi sebagai penyiar radio. Anak pertama dari dua bersaudara. Dididik dengan pesan bahwa hidup sejatinya mengalir. Tumbuhlah adaptif mengikuti gerakan kehidupan, namun pastikan diri tidak tergerus, hanyut terbawa arus.

Dari visual ke isu global

Menghabiskan masa kecil dengan banyak diajak orang tua ke tempat kerja. Kertas karton, pensil, dan cat menjadi mainan kesukaan saat di kantor Ibu. Di sisi lain, ruang koleksi kaset adalah tempat favorit di kantor Bapak karena bebas mendengarkan semua jenis musik, dari jazz, pop, rock, sampai klasik yang pada usia itu belum bisa sepenuhnya dicerna.

Pada tahun 1997, kedua orang tua memutuskan berwirausaha, mendirikan biro iklan. Setahun berikutnya, saat duduk di bangku SMP Negeri 8 Yogyakarta, mulai banyak dilibatkan orang tua untuk mengerjakan desain komunikasi visual. Dengan keterampilan seadanya hasil swadidik mempelajari aplikasi, merancang desain menjadi aktivitas harian selama enam tahun sampai duduk di bangku kuliah.

Selama masa tersebut, salah satu pemantik kebahagiaan adalah saat pelanggan biro iklan menyetujui desain yang diajukan, atau saat desain yang dirancang tampil di ruang publik. Atas karunia Allah dan melalui keuletan orang tua, usaha biro iklan tumbuh melayani ratusan pelanggan, mulai dari usaha kecil menengah, hotel, perguruan tinggi, instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, korporasi nasional, sampai maskapai penerbangan.

Saat duduk di bangku SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, berkesempatan belajar kepemimpinan dengan menjadi pengurus di Ikatan Remaja Muhammadiyah dan ketua klub bahasa Inggris di sekolah. Episode ini menjadi awal mula ketertarikan mempelajari isu global, sembari membangun mimpi berkeliling dunia. Semangat ini kian menguat saat mendapat kepercayaan menjalankan peran sebagai ketua asosiasi klub bahasa Inggris SMA se-Yogyakarta.

Dari ilmu manajemen ke hubungan internasional

Setelah lulus SMA, meski mulai tertarik dengan isu-isu global, berbekal keinginan meneruskan usaha orang tua, sempat “singgah” sebagai mahasiswa pada program sarjana pada bidang Manajemen di Universitas Islam Indonesia (UII). Di tahun yang sama juga sempat duduk di bangku kuliah program diploma tiga pada bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sembari berkuliah, menghabiskan satu tahun dengan bekerja paruh waktu di majalah Kabare Jogja pada divisi penyelenggara acara. Di dalamnya banyak menempa pengalaman lapangan menjadi translator pidato bahasa Inggris, penulis surat kedinasan, presentasi, negosiasi, korespondensi internasional, dan kemitraan kelembagaan. Keterampilan yang sejalan dengan minat awal di bidang hubungan internasional.

Seiring berjalannya waktu, pekerjaan paruh waktu justru memantik kegelisahan tentang aspirasi di masa depan. Meneruskan mimpi berwirausaha di bidang periklanan, atau mengalihkannya, berkarya di bidang diplomasi dalam lembaga pemerintahan. Dengan memohon restu orang tua, meski sempat takut salah dalam mengambil keputusan, akhirnya memberanikan diri untuk berhenti bekerja paruh waktu dan mengalihkan mimpi dengan mendaftar sebagai mahasiswa pada program sarjana di bidang Hubungan Internasional di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada tahun 2006. Semasa kuliah di UMY sempat aktif menjalankan peran sosial kepemudaan di luar kampus sebagai Ketua Paguyuban Dimas Diajeng Jogja.

Impian lama yang sempat terbangun di bangku SMA, kembali hidup dan bertumbuh. Allah membukakan jalan lebar dan memberi karunia kesempatan untuk mengenyam pendidikan sarjana gelar ganda pada School of Politics of International Studies, Flinders University of South Australia di tahun 2008. Semasa di Australia berkesempatan untuk magang di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney, dengan salah satu tugas utama mendukung teknis penyelenggaraan konser perdana Twilite Orchestra di Sydney Opera House pada tahun 2009.

Di ujung tahun 2009, kembali ke UMY untuk menyelesaikan studi sembari menjalankan sebagai asisten dosen pada mata kuliah terkait politik luar negeri Australia. Minat menjadi pendidik mulai terbangun, terdorong keinginan untuk berbagi ilmu kepada sesama.

Setelah menempuh perjalanan berliku dalam mengenyam pendidikan sarjana, sekitar pertengahan tahun 2011 akhirnya menyandang gelar sarjana di UMY dan Flinders University, serta menerima kesempatan untuk menjadi perwakilan lulusan untuk menyampaikan pidato saat wisuda.

Dari mimpi diplomasi ke dunia pendidikan tinggi

Mimpi menjadi diplomat harus pupus saat di tahun 2011 Kementerian Luar Negeri memutuskan melakukan moratorium rekrutmen. Meski semestinya bisa mendaftar pada setahun setelahnya, pintu terdekat yang terbuka saat itu justru dari UII yang merekrut lulusan dari bidang hubungan internasional. Motivasi menjadi pendidik semakin menguat. Akhirnya, pada pertengahan tahun 2011 tergabung dalam Tim Pendiri Program Studi Hubungan Internasional UII.

Allah kembali memberi karunia yang sangat indah melalui kesempatan berkuliah pada program magister bidang Hubungan Internasional di UGM sejak pertengahan tahun 2011 dengan dukungan dari Bakrie Graduate Fellowship. Selepas menyandang gelar magister di tahun 2013, menguatkan komitmen untuk berkhidmat melayani umat sebagai dosen tetap UII.